7+ Kiat Hemat ala Mahasiswa!

”Lebih baik beli beras atau rumah di PIK[1] ya?”

Terkadang sebagai manusia, kita dibuat bingung oleh beberapa pilihan krusial, salah satunya seperti contoh di atas. Lalu, hal apa yang semestinya diprioritaskan sebelum kita memutuskan untuk membeli di antara dua hal tersebut? Dalam Ilmu Ekonomi-Sosiologi, kebutuhan manusia dipisahkan dalam tiga kelompok, yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Sebelum masuk ke kiat-kiat, mari kita berkenalan terlebih dahulu pada tiga kebutuhan tersebut.

Kebutuhan Primer adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi guna mempertahankan kualitas hidup. Seyogyanya, kebutuhan primer harus dimiliki pada setiap individu yang lahir di muka bumi. Sandang (pakaian), pangan (makanan), papan (hunian) merupakan fondasi kehidupan yang semestinya dimiliki, sehingga kebutuhan primer ini yang kemudian wajib didahulukan daripada kebutuhan sekunder dan tersier. Lalu, apa itu kebutuhan sekunder?

Kebutuhan Sekunder adalah kebutuhan yang erat kaitannya dengan peningkatan kualitas  dan kenyamanan hidup. Sebut saja layanan pendidikan, layanan kesehatan, transportasi, keamanan tempat tinggal hingga stabilitas ekonomi. Kebutuhan sekunder harus dipenuhi ketika kebutuhan primer sudah terpenuhi dengan baik. Lalu, bagaimana dengan kebutuhan tersier?

Kebutuhan Tersier adalah kebutuhan yang mewah atau lux. Alih-alih untuk memenuhi kebutuhan dasar, kebutuhan tersier cenderung digunakan untuk prestise, status sosial dan kepuasan diri sendiri. Kebutuhan tersier biasanya dipenuhi ketika kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi dengan baik. Sangat mustahil individu memiliki mobil Mercedes-Benz OH 1626 namun masih tidur di trotoar sebuah kota.

Nah, kalau sudah tahu skala prioritas kebutuhan, diharapkan pembelian mendatang harus fokus terhadap kebutuhan paling dasar lalu merangkak naik ke kebutuhan yang paling tinggi atau mewah. Lalu, bagaimana dengan kiat hemat ala Mahasiswa?

Pada dasarnya hemat memiliki banyak pengertian, salah satu di antara dari banyaknya pengertian hemat adalah tindakan mengelola atau menggunakan sumber daya secara bijak dan efisien, demi menghindari pemborosan dan penggunaan yang tidak perlu. Dengan begitu, hemat erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan yang cermat, menghindari utang yang tidak diperlukan, disiplin dalam membelanjakan uang.

Mahasiswa sering kali tidak bijak dalam mengelola keuangan, banyak sebabnya, seperti belum berpengalaman untuk mengatur keuangan, tekanan sosial, pengaruh lingkungan kampus bahkan diskon khusus untuk mahasiswa. Untuk itu, mari kita simak kiat-kiat hemat ala mahasiswa Asia e University.

  1. Alokasikan Anggaran Bulanan

Dapat kiriman uang dari keluarga? Jangan langsung fomo beli barang yang sedang tren dong! Coba alokasikan anggaran bulanannya terlebih dahulu. Jika bingung dengan barang yang ingin dibeli, coba pembaca kelompokan berdasarkan kebutuhan primer, tersier dan sekunder. Misalnya, pengeluaran pada pos pengeluaran tetap seperti sewa tempat tinggal, utilitas (air, gas, listrik dan internet), makanan pokok, biaya transportasi umum atau pakaian untuk kuliah. Silakan beli dahulu kebutuhan primer dan sekunder, jika masih ada sisa, diharapkan uang tersebut ditabung atau diinvestasikan di media-media yang menguntungkan, seperti saham hingga reksa dana.

  1. Pemilihan Lokasi Tempat Tinggal yang Terjangkau

Selain mencari tempat tinggal yang terjangkau secara biaya, pembaca juga perlu mempertimbangkan jangkauan secara jarak. Misalnya, jangan sampai ketika pembaca memilih tinggal di kost di daerah UI Depok karena murah, namun perkuliahan justru diselenggarakan di UI Salemba. Selain itu, pertimbangan fasilitas seperti listrik, air dan lokasi toilet juga memengaruhi harga tempat tinggal, jadi lebih bijak untuk memilih. Selain itu, sah-sah saja jika pembaca ingin tinggal di asrama demi menekan biaya tempat tinggal, namun lagi-lagi harus disesuaikan dengan kebutuhan pembaca, namun jangan sampai memilih menumpang di rumah teman ya, so annoying!.

  1. Manfaatkan Diskon Mahasiswa

Diskon tak selamanya dapat ‘menguras dompet’, apalagi jika terdapat diskon di kebutuhan yang pas ingin dibeli. Misalnya, sabun merek Castrol sedang diskon tujuh puluh persen, namun sabun yang biasa dibeli tidak sedang dalam diskon, tunggu apalagi! Cepat ambil diskon sabun Castrol itu. Selain bahan makanan atau perlengkapan keseharian, diskon buku, diskon perangkat lunak (microsoft, adobe dll), diskon streaming film hingga majalah bisa pembaca manfaatkan dengan baik.

  1. Memasak Sendiri

Uang Rp50.000 tidak cukup untuk makan tiga kali sehari? Masak sendiri solusinya!. Dengan uang Rp50.000 pembaca sudah bisa mendapatkan ayam negeri satu ekor lho. Selain itu pemilihan belanja juga perlu diperhatikan, hindari pembelian di supermarket, namun belanja lah di mbok-mbok yang ada di pasar tradisional. Selain itu, perencanaan yang matang terkait menu makan pada setiap hari, juga harus dipikirkan demi menghindari pembelian yang impulsif.

  1. Jadikan Transportasi Umum Pilihan Utama

Sadar tidak sih kalau penggunaan kendaraan pribadi justru membuat pengeluaran dompet menjadi bengkak? Efisiensi penggunaan bahan bakar memang tergantung kendaraan apa yang digunakan. Misalnya, Mercedez-Benz OH 1526 memiliki efisiensi bahan bakar di 2-5 km/L, belum lagi jika harus melewati jalan tol, jadi bisa dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan jika pembaca lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada menggunakan kendaraan pribadi.

  1. Beli Buku Bekas atau Pinjam!

Dekat dengan senior? Manfaatkan dong! Rampas bukunya. Penulis jadi ingat kalimat ‘Hanya orang bodoh yang mau meminjamkan buku dan hanya orang gila yang mau mengembalikan buku’, jadi manfaatkan senior pembaca untuk dipinjami buku. Namun jika memang sudah tidak ada opsi pinjam, meskipun itu juga berarti perpustakaan tidak memiliki buku yang pembaca tuju, pembaca tetap bisa memilih pilihan untuk membeli buku bekas, namun waspada kepada penjual buku bekas yang telah ‘menggoreng’ harga buku bekas menjadi lebih mahal dan selalu ingat, jangan pernah beli buku KW demi menjaga nasib penulis dari oknum yang telah membajak bukunya.

  1. Katakan Tidak pada Pembelian Impulsif

Pembaca sering menonton live tiktok? Lalu, tanpa ada angin dan hujan pembaca melakukan cek out barang tanpa ada rencana sebelumnya? Itu gambaran sederhana terkait pembelian impulsif. Jika tidak mendesak, harap di tahan sekitar tujuh hari terlebih dahulu keinginannya, jika setelah ditahan tujuh hari masih ada rasa kuat ingin membeli, silakan dipesan. Mohon juga untuk selalu mengutamakan kebutuhan daripada keinginan.

  1. Pengelolaan Hutang dan Piutang

Sebagai individu, ada kalanya memang kita perlu berhutang dan memberi hutang. Pada setiap baru menerima uang, harap untuk selalu menyisihkan untuk membayar hutang, jangan jadikan diri sebagai individu yang memiliki mental hutang adalah ‘uang tambahan’, namun jadikan hutang sebagai beban tanggung jawab yang perlu diselesaikan. Ingat, bahan bakar api neraka adalah orang berzina, orang yang tak bayar hutang, orang durhaka, orang jahat dan orang yang tak bayar hutang.

Selain itu, untuk memberikan hutang, pembaca juga perlu menyiapkan uang ‘dingin’ dan sudah siap sewaktu-waktu uang itu tidak kembali. Namanya individu, tidak bisa kita tebak bukan? Makanya kita wajib waspada. Jangan pernah memberikan hutang dengan uang yang sudah ada perencanaannya ya!

  1. Cari Pekerjaan Paruh Waktu

Sebagai mahasiswa aktif, tak melulu berbicara tentang giat akademik atau melakukan kontrol kinerja ke pemerintah, pembaca juga bisa menambah pengalaman dengan bekerja paruh watu atau biasa disebut freelance. Selain menambah pengalaman untuk kehidupan pasca kampus, tentu saja ada uang tambahan untuk masuk ke dompet. Namun, tetap harus mendahulukan kegiatan perkuliahan ya!


Sampai pada akhir artikel. Artikel mengenai kiat-kiat ini belum tentu akurat pada setiap keadaan, namun sebagai referensi bacaan, artikel ini perlu diperhitungkan dan diperhatikan intisarinya. Semoga bermanfaat.


[1] PIK adalah Pantai Indah Kapuk. Sebuah nama daerah di ujung utara Jakarta

 

Alamat

1. Felfest UI,  Daksa Room, Jl. Prof. Dr. Miriam Budiardjo, Kampus UI, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Indonesia

2.  Gedung INBIS, Jalan Veteran No.16
Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Jam KErja

Senin- Jumat ( 08.00-17.00 WIB )

KOntak

Phone: +62 811-1632-299
Email: cbn.idn@aeu.edu.my

Yayasan CITRA BUNGA NUSANTARA