Perbedaan Jenjang S1, S2 dan S3, Mulai Gelar Hingga Penilaian

Perbedaan Jenjang S1, S2 dan S3, Mulai Gelar Hingga Penilaian

Dalam sistem pendidikan yang berada di Indonesia, jalur akademik terbagi di dalam 3 strata yaitu strata 1 yang mencetak sarjana. Kemudian strata 2, yang diperuntukkan untuk program magister, terakhir strata 3 untuk gelar doktor. Sama-sama masuk ke dalam jenis pendidikan tinggi, nyatanya terdapat berbagai perbedaan S1, S2, S3 yang cukup signifikan.

Perbedaan ini, baik dari segi gelar, kedalaman ilmu  hingga mekanisme penilaian. Bila Anda ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mari cari tahu lebih jauh mengenai perbedaan di antara 3 jenjang pendidikan tinggi ini melalui ulasan berikut!

1. Perbedaan Definisi dan Peran Jenjang Pendidikan Tinggi S1, S2, S3

Dikutip dari Wikipedia, Sarjana (S1) adalah jenjang pendidikan Strata-1 dan lulusan program pendidikan vokasi S1 terapan atau diploma 4.

Lulusan dengan gelar sarjana atau S1, diharapkan dapat menerapkan ilmu serta teori yang dipelajari dengan cara mengambil peran tertentu di sejumlah kegiatan masyarakat. 

Sedangkan, magister (S2) merupakan jenjang pendidikan Strata-2. Lulusan S2 yang sudah menyelesaikan studi magister diharapkan dapat memberi layanan yang lebih luas ke masyarakat dengan cara berbagi penelitian serta pengembangan yang mendalam. 

Terakhir, doktor (S3) merupakan jenjang pendidikan Strata-3 sekaligus menjadi gelar akademik tertinggi yang bisa didapat oleh mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Lulusan dengan gelar doktor diharapkan mempunyai peran yang jauh lebih tinggi lagi. Mereka diharapkan dapat memberikan konsep serta teori baru di dalam sejumlah bidang keilmuan tertentu. 

2. Perbedaan Gelar Akademik 

Gelar akademik pada jenjang S1 ditulis dengan mencantumkan huruf “S.” di belakang nama lulusan program studi sarjana yang kemudian diikuti oleh inisial gelar, misalnya seperti Sarjana Sosial yaitu dengan gelar (S.Sos). Sedangkan, khusus bagi gelar Sarjana Sains Terapan ditulis di belakang nama lulusan program studi Diploma 4 dengan mencantumkan huruf “S.S.T.” kemudian diikuti inisial gelar.

Selanjutnya, gelar akademik pada jenjang S2 ditulis dengan mencantumkan inisial yakni huruf “M.” di belakang nama lulusan program studi Magister, kemudian diikuti dengan inisial gelar, misalnya Magister Pendidikan (M.Pd.). 

Sementara untuk gelar akademis S3 atau doktor ditulis di belakang nama lulusan program studi Doktor, dengan mencantumkan inisial huruf “Dr.” lalu dapat diikuti dengan inisial gelar, misalnya Doktor Psikologi (Dr. (Psi.)).

3. Perbedaan Fokus Studi

Hal penting yang menjadi pembeda S1 hingga S3 ialah fokus studi dan kedalaman ilmu. Saat mengejar gelar S1, mahasiswa akan dibekali sejumlah teori keilmuan sesuai dengan prodi yang dipilih. 

Contohnya saja mahasiswa S1 Psikologi, umumnya program studi tersebut berpusat di pengenalan teori psikologi yang berasal dari sejumlah ahli, dan teori. Walaupun S1 tidak mendalam seperti doktoral, tetapi jenjang S1 melibatkan penelitian serta menerapkan teori. 

Teori yang dipelajari ini akan lebih mendalam jika Anda meneruskan pendidikan ke jenjang S2. Pada jenjang ini, mahasiswa diharuskan untuk mengembangkan sejumlah penelitian serta menulis karya sampai diterbitkan di jurnal nasional. 

Fokus keilmuan dan perkuliahan dapat berbeda ketika  menempuh pendidikan S3. Di tahap ini, perkuliahan akan di dominasi oleh penelitian dan pengembangan teori baru. mahasiswa juga harus memecahkan sejumlah masalah sesuai pemahaman. 

4. Perbedaan SKS dan Durasi Waktu Studi S1, S2, S3

Perbedaan berikutnya adalah mengenai SKS dan durasi waktu lama kuliah S1, S2 dan S3. Ketika menempuh pendidikan di bangku kuliah, masa studi terukur di dalam SKS atau Satuan Kredit Semester dan harus dipenuhi oleh seluruh mahasiswa, sehingga bisa mencapai kualifikasi lulusan strata.

Ini pula yang menjadi perbedaan jenjang S1 hingga S3. Beban studi yang diberi ke mahasiswa akan sesuai dengan lama studi. Contohnya, untuk program S1, memiliki beban studi 144 sampai 160 SKS serta bisa ditempuh selama 4 tahun. 

Sedangkan untuk program magister atau S2, SKS yang harus ditempuh adalah 36 SKS, serta bisa diselesaikan dalam 2 tahun. Terakhir, jenjang akademik S3. Umumnya, S3 ditempuh 6 hingga 10 semester dengan durasi waktu 3-6 tahun. Namun, jumlah SKS-nya beragam yakni berkisar antara 48-52 SKS bergantung dari program studi yang diambil.

5. Perbedaan Persyaratan Penerimaan Tiap Jenjang

Setiap jenjang, baik S1, S2 hingga S3 memiliki syarat penerimaan yang berbeda-beda. Untuk S1, syarat dokumen yang diberikan seperti scan ijazah SMA, kemudian nilai UN, scan Kartu Keluarga, KTP dan pas foto warna. 

Kemudian untuk jenjang S2, calon mahasiswa diharuskan sudah lulus jenjang sarjana S1, baik dari PTN serta PTS. Kemudian, untuk dokumen diharuskan melampirkan ijazah asli yang berasal dari pendidikan sebelumnya. 

Terakhir, jenjang S3. Calon mahasiswa hanya diperbolehkan untuk memilih satu prodi saja.  kemudian calon mahasiswa wajib melampirkan ijazah beserta transkrip nilai dari S1 hingga S2. 

6. Perbedaan Metode Pembelajaran

Mahasiswa pada jenjang S1 akan lebih mendapatkan pemaparan berbagai teori dari bidang studi pada jurusan yang dipilih. Selanjutnya pada jenjang S2 mahasiswa akan mendapatkan pengayaan ilmu yang lebih dalam lagi dibanding jenjang sebelumnya. 

Sedangkan, yang cukup berbeda pada jenjang S3, mahasiswa tak lagi hanya sekedar belajar dikelas, melainkan lebih berkutat pada riset secara mandiri untuk kemudian disusun dalam disertasi doktoral.

7. Perbedaan Penilaian dan Tugas S1, S2 dan S3 

Bukan hanya mempertimbangkan indeks prestasi, tetapi setiap mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi diharuskan menyelesaikan penilaian akhir. Penilaian ini dilakukan dengan cara menyusun karya tulis ilmiah. 

Untuk gelar sarjana, penilaian dilakukan dengan menyusun skripsi, sedangkan gelar master diharuskan untuk mengerjakan tesis dan gelar doctor diharuskan mengerjakan disertasi. 

Tingkatan karya tulis ini dipilih dengan berbagai alasan. Menyusun karya tulis diharapkan bisa menciptakan lulusan yang kompeten serta memenuhi kualifikasi yang diharapkan. 

8. Perbedaan Fungsi, Tujuan, Hingga Peluang Karier

Tujuan dari pendidikan S1 adalah menghasilkan sarjana yang profesional, berintegritas, serta berwawasan kewirausahaan, maka dari itu memilih jurusan yang tepat saat S1 sangat penting sebelum lanjut ke jenjang S2 dan S3. Sedangkan, jenjang S2 bertujuan agar membantu bertambahnya kemampuan akademis dari jenjang sebelumnya.

Terakhir jenjang pendidikan S3, bertujuan menghasilkan ilmuan serta intelektual yang berbudaya, beretika, serta dapat menciptakan lapangan kerja, hingga dapat mengembangkan diri menjadi profesional di bidang pengetahuan, seni, teknologi dan lainnya. 

Bagaimana dengan jenjang kariernya? Lulusan S1 memiliki jenjang karier seperti jaksa, hakim, konsultan, advokat, notaris, staf HRD, legal officer hingga karyawan bank. 

Kebanyakan orang hanya menganggap jika lulusan S2 hanya dapat menjadi dosen. Padahal, jenjang karier yang dimiliki lulusan S2 begitu luas mulai dari data scientist, cyber security, konsultan hingga manajer sebuah perusahaan.

Bagaimana dengan mahasiswa lulusan S3? Relasi yang dibangun ketika lulus S3 tentu menjadi semakin luas. Bukan hanya itu, jaringan kerja juga semakin lebar lagi mulai dari konsultan hingga peneliti tingkat internasional. Tingkat pendidikan yang tinggi ini juga membuat masyarakat lebih percaya gagasan yang disampaikan oleh lulusan S3. 

Setiap lulusan tentu memiliki jenjang karir yang berbeda-beda. Namun, untuk mencapai jenjang karir tersebut, tentu saja dibutuhkan pengalaman hingga kesungguhan dalam menempuh pendidikan. 

Kesimpulan

Itulah sejumlah perbedaan  mendasar dari jenjang pendidikan S1 hingga S3 yang harus diketahui oleh mahasiswa. Informasi ini juga dapat menjadi panduan mendasar agar mengetahui jalur hingga fokus pendidikan. 

Berniat untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah? Bila Anda tertarik melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi baik S1, S2, atau S3 tetapi masih bingung memilih kampus yang tepat, Asia e University Indonesia dapat dijadikan sebagai  tujuan kuliah dan kampus terbaik. Asia e University Indonesia merupakan salah satu kampus bergengsi dengan akreditasi MQA atau Malaysian Qualification Agency serta Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Bukan hanya itu, nantinya Anda juga akan dibimbing oleh dosen berkaliber internasional. 

Tentu saja, dengan kualitas serta akreditasi yang baik dari Asia e University Indonesia, Anda akan memiliki peluang bekerja di perusahaan multinasional serta memiliki kesempatan untuk magang di perusahaan terkenal Malaysia. 

Bagaimana dari segi biaya? Untuk masalah biaya, sepertinya tidak perlu Anda cemaskan, karena Asia e University Indonesia memiliki biaya kuliah yang sangat terjangkau. Oleh karenanya, tak mengherankan jika Asia e University Indonesia mempunyai puluhan ribu mahasiswa yang berasal dari berbagai macam negara. Ingin jadi salah satu dari mereka? Mari bergabung sekarang juga!

Alamat

1. Felfest UI,  Daksa Room, Jl. Prof. Dr. Miriam Budiardjo, Kampus UI, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Indonesia

2.  Gedung INBIS, Jalan Veteran No.16
Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Jam KErja

Senin- Jumat ( 08.00-17.00 WIB )

KOntak

Phone: +62 811-1632-299
Email: cbn.idn@aeu.edu.my

Yayasan CITRA BUNGA NUSANTARA