Seorang mahasiswi memegang paspor untuk kuliah

Membuat Paspor untuk Kuliah ke Malaysia: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa

Kuliah ke luar negeri khusunya kuliah di Malaysia banyak diminati oleh pelajar Indonesia. Setelah menamatkan pendidikan di jenjang SMA (Sekolah Menengah Atas), banyak pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Bahkan, jumlah pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikan di luar negeri jumlahnya terus meningkat dalam dekade terakhir ini. 

Berdasarkan laporan World Education News, Indonesia menempati peringkat ke-22 di seluruh dunia sebagai negara yang mengirim pelajar untuk berkuliah di luar negeri. Angka pertumbuhan pelajar melanjutkan perguruan tinggi di luar negeri terus bertumbuh sebesar 62 persen semenjak tahun 1998.

Ada beberapa alasan mengapa banyak pelajar Indonesia memilih melanjutkan kuliah ke luar negeri. Mulai dari kualitas pendidikan luar negeri yang dianggap lebih baik, memperluas networking, ketersediaan beasiswa, hingga adanya program studi spesifik. 

Jika ingin kuliah di Malaysia, selain mempersiapkan biaya hidup di Malaysia banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah paspor. Paspor merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antarnegara. Paspor menjadi dokumen penting yang harus dimiliki jika ingin ke luar negeri, termasuk untuk kuliah. 

Saat ini, membuat paspor lebih mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Cek dulu apa saja persyaratan dan langkah-langkah dalam membuat paspor di bawah ini. 

Persyaratan untuk Membuat Paspor di Malaysia

Apa saja persyaratan untuk membuat paspor? Tentu saja dimulai dengan menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk membuat paspor antara lain:

  1. Kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri
  2. Kartu keluarga (KK)
  3. Dokumen berupa akta kelahiran, akta perkawinan, buku nikah, ijazah, atau surat baptis*
  4. Surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang Asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  5. Surat penetapan ganti nama (bagi yang telah mengganti nama) dari pejabat yang berwenang

Catatan:

*Nama, tempat dan tanggal lahir, serta nama orang tua harus tercantum dalam dokumen. Jika tidak, harap melampirkan surat keterangan dari instansi yang berwenang.

Setelah menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan, saatnya melakukan prosedur pengurusan paspor. Jika semua dokumen lengkap, prosedur pengurusan paspor akan lebih mudah dan cepat.

Langkah-Langkah Membuat Paspor Untuk ke Malaysia

Pengurusan paspor saat ini dilakukan secara online via Aplikasi M-Paspor. Setelah menyiapkan dokumen yang diperlukan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengambil nomor antrian secara online melalui aplikasi “M-Paspor” atau via laman antrian.imigrasi.go.id. Pengambilan nomor antrian dilakukan lantaran pemohon harus tetap mendatangi kantor imigrasi untuk verifikasi data dan berkas, wawancara, serta pengambilan sidik jari. Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut untuk pembuatan paspor online sebagai berikut ;

1. Buka aplikasi M-Paspor

Unduh aplikasi M-Paspor di Google Play Store (Android) maupun App Store (iOS).

2. Daftar akun

Selanjutnya  klik “Daftar Akun”. Isi data diri pada form, dan klik “Daftar”. Selanjutnya, pemohon akan menerima kode OTP melalui e-mail. Masukkan kode OTP dan lakukan verifikasi akun.

3. Ajukan permohonan paspor

Pada layar beranda, klik “Pengajuan Permohonan”, isi kuesioner dengan benar, serta unggah foto berkas persyaratan yang diminta. Untuk menambahkan nama pemohon lain, bisa dengan klik “Tambah Pemohon” di sisi kanan atas. Jika sudah selesai, klik “Lanjutkan”.

4. Pilih lokasi kantor imigrasi dan jadwal

Selanjutnya, pemohon memilih lokasi kantor imigrasi dan jadwal kedatangan untuk memproses permohonan paspor. Setelah selesai memilih lokasi dan tanggal kedatangan, beranda aplikasi akan menampilkan informasi paspor dan pemohon bisa mengkliknya untuk mendapatkan faktur dalam bentuk PDF.

5. Tahap pembayaran

Tahap selanjutnya adalah pembayaran biaya pembuatan paspor yang harus segera dilakukan setelah pemohon mengirimkan atau submit data. Adapun pembayaran biaya pembuatan paspor 2022, bisa dilakukan melalui teller bank, ATM, Pos Indonesia, atau minimarket.

6. Perubahan jadwal

Meski pemohon pembuatan paspor telah menyelesaikan tahap pembayaran, masih bisa mengganti tanggal kedatangan ke kantor imigrasi. Caranya dengan klik informasi yang ada di halaman utama aplikasi. 

7. Verifikasi dan wawancara di kantor imigrasi

Pemohon bisa mendatangi kantor imigrasi sesuai jadwal yang dipilih dengan membawa sejumlah berkas syarat membuat paspor. Berkas tersebut digunakan untuk verifikasi data dan wawancara dengan petugas.

Setelah selesai, pemohon bisa menyampaikan kepada petugas jika ingin paspor dikirim via kantor pos ke rumah atau alamat lain.

Biaya Pembuatan Paspor Untuk Kuliah di Malaysia

Berapa biaya pengurusan paspor untuk kuliah di Malaysia? Dilansir dari laman Imigrasi, biaya pembuatan paspor biasa 48 halaman adalah sebesar Rp 350.000. Sementara itu, pembuatan paspor biasa 48 halaman elektronik atau e-paspor adalah senilai Rp 650.000.

Bagi pemohon pembuatan paspor yang ingin mengakses layanan percepatan paspor selesai pada hari yang sama, bisa membayar Rp 1 juta di luar biaya penerbitan paspor.

Tips untuk Memudahkan Proses Pembuatan Paspor

Ada beberapa tips yang bisa diikuti agar memudahkan proses pembuatan paspor. Pertama, pastikan untuk mengisi formulir pengajuan paspor dengan benar. Isi dengan cermat dan teliti. Jangan sampai salah. Saat mengisi formulir pengajuan paspor, lakukan di tempat yang tenang, sehingga bisa lebih fokus dan bisa menghindari kesalahan penulisan. Jika formulir diisi dengan benar, maka proses pembuatan paspor akan mudah. 

Kedua, kumpulkan semua dokumen yang diperlukan. Cari tahu terlebih dahulu informasi dari Imigrasi, mengenai apa saja dokumen yang diperlukan untuk pembuatan paspor. Jika dokumen yang dibutuhkan lengkap, maka proses pembuatan paspor akan lancar. 

Jika ingin mempercepat waktu pembuatan paspor, misalnya ingin paspor bisa jadi dalam waktu satu hari, maka datanglah langsung  ke kantor imigrasi dengan membawa dokumen persyaratan yaitu KTP, KK, akta kelahiran, ijazah/buku nikah/surat baptis. Bagi WNI yang sebelumnya memiliki paspor terbitan setelah tahun 2009 di dalam negeri, cukup membawa KTP dan paspor lama

Terdapat biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1.000.000 untuk pelayanan percepatan paspor satu hari. Aturan tarif PNBP percepatan paspor tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019.

 Datanglah ke kantor imigrasi seawal mungkin sehingga paspor dapat segera diproses untuk selesai di hari yang sama. Jika datang di siang hari, terdapat kemungkinan paspor baru dapat selesai pada keesokan paginya.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Mendapatkan Paspor ke Malaysia

Jika sudah memiliki paspor, maka jangan lupa untuk menyimpannya dengan baik. Paspor adalah dokumen penting yang harus dijaga agar tidak hilang. Pastikan juga untuk membawa paspor saat akan pergi ke luar negeri. 

Bagi yang ingin kuliah di Malaysia, jangan lupa untuk mengurus juga visa dan izin tinggal di Malaysia. Setelah mendapatkan surat penawaran universitas, pihak kampus akan mengajukan formulir yang bernama Student Pass Application Form kepada pihak imigrasi Malaysia. 

Siapkan dokumen untuk mengurus visa pelajar di Malaysia. Beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus visa dan izin tinggal di Malaysia adalah ;

  • Pas foto terbaru ukuran paspor
  • Salinan Paspor
  • Surat penawaran dari universitas
  • Surat keterangan Kesehatan
  • Ijazah dan transkrip akademik
  • Personal Bond

Personal bond  adalah surat tanggungan dengan biaya yang bervariasi. Jumlah biayanya akan berbeda tergantung dari negara asal siswa. Pelajar internasional asal Indonesia harus membayar sebesar RM500. Biaya ini nantinya akan dikembalikan jika proses kuliah di Malaysia sudah selesai.

Surat ini sebagai jaminan yang menyatakan bahwa kamu telah memenuhi semua syarat imigrasi untuk tinggal dan kuliah di Malaysia.

Untuk mengajukan visa, kamu harus memiliki surat penawaran dari universitas negeri atau swasta di Malaysia. Kamu bisa mengajukan visa via situs resmi educationmalaysia.gov.my dengan durasi kurang lebih selama 14 hari.

Sedangkan untuk mendapatkan visa pelajar Malaysia, kamu harus terlebih dahulu mengajukan Student Pass melalui Education Malaysia Global Services. Setelah kamu memiliki Student Pass sementara yang disetujui, kamu akan diberikan visa pelajar saat masuk ke Malaysia. Kamu akan menerima Student Pass penuh ketika datang ke Malaysia. 

Kesimpulan

Mengurus paspor adalah langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin kuliah di luar negeri. Paspor menjadi kunci untuk bisa kuliah di luar negeri. Tak hanya paspor, pastikan juga mengurus visa dan izin tinggal jika ingin berkuliah di luar negeri. 

Dapatkan semua informasi seputar pengurusan paspor, visa, maupun izin tinggal di luar negeri dari lembaga terkait. Jangan ragu pula untuk meminta bantuan dari pihak kampus. Tanyakan semua informasi seputar visa pelajar. 

Demikian artikel tentang bagaimana cara membuat paspor untuk kuliah ke Malaysia. Semoga artikel ini bisa membantu dalam mengurus paspor untuk kuliah di Malaysia.

Alamat

1. Felfest UI,  Daksa Room, Jl. Prof. Dr. Miriam Budiardjo, Kampus UI, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Indonesia

2.  Gedung INBIS, Jalan Veteran No.16
Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Jam KErja

Senin- Jumat ( 08.00-17.00 WIB )

KOntak

Phone: +62 811-1632-299
Email: cbn.idn@aeu.edu.my

Yayasan CITRA BUNGA NUSANTARA