Kuliah di Malaysia : Rumah Tapak atau Rumah Terbang?

Tidak ada ceritanya kuliah di luar negeri lalu seorang mahasiswa dengan sadar dan sehat menggunakan metode backpaker! Kuliah di luar negeri membutuhkan banyak persiapan teknis dan non-teknis. Mengantongi VISA, dokumen akademik, financial planning hingga tempat tinggal, perlu mahasiswa persiapkan secara matang. Sekarang pembaca bayangkan ada satu persiapan saja yang kurang matang, seperti tempat tinggal, apakah pembaca ingin menggelandang seperti Squidward? Tentu saja tidak, maka pemilihan tempat tinggal turut memengaruhi produktivitas akademis.

Lalu, apakah tempat tinggal di Malaysia banyak pilihannya? Oh jelas! Terdapat banyak pilihan tempat tinggal di Malaysia yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing mahasiswa. Misalnya, untuk menentukan tempat tinggal, mahasiswa harus mempertimbangkan lokasi, fasilitas, tempat belanja bahan pokok atau pasar, transportasi dan keamanan lingkungan. Jangan sampai kesalahan minor seperti memilih tempat tinggal yang harganya murah tetapi jarak tempuh ke kampus lebih jauh, membuat pembaca harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk biaya transportasi. Contohnya, pembaca diterima di Universitas Indonesia lalu memilih tempat tinggal di bilangan Matraman karena harga sewa lebih murah, namun ternyata pembaca diterima di Fakultas Hukum yang lokasinya berada di Kampus UI Depok, tentu saja ini merugikan bukan?

Lalu, dari banyaknya jenis tempat tinggal di Malaysia, ada beberapa yang umumnya dipilih oleh mahasiswa internasional di Malaysia untuk ditempati, yaitu :

  1. Kondominium dan Apartemen : Bagi mahasiswa yang mencari lebih banyak privasi dan fasilitas, kondominium atau apartemen bisa menjadi pilihan. Banyak kondominium dan apartemen di sekitar area universitas menawarkan fasilitas seperti keamanan 24 jam, kolam renang, area gym, dan lain-lain. Biasanya apartemen memiliki dua tipe yaitu high density dan low density yang artinya apartemen tersebut memiliki banyak atau sedikit unitnya. Seperti judul artikel ini, tempat tinggal ini termasuk Rumah Terbang, yang artinya pembaca bisa saja tinggal di lantai 25, dengan begitu diharapkan pembaca mengerti mitigasi bencana ketika memilih tinggal di Kondominium dan Apartemen.

  2. Rumah Sewa : Mahasiswa juga bisa memilih untuk menyewa rumah. Ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk kelompok mahasiswa yang ingin tinggal bersama. Sewa rumah memberikan lebih banyak ruang dan privasi, tetapi mahasiswa perlu mengatur segala hal sendiri, termasuk pembayaran tagihan dan pemeliharaan.

  3. Homestay : Beberapa mahasiswa internasional memilih untuk tinggal bersama keluarga lokal melalui program homestay. Ini memberikan kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang budaya Malaysia dan meningkatkan kemampuan bahasa. Biasanya, makanan dan utilitas lainnya sudah termasuk dalam biaya sewa.

  4. Kost : Kost atau rumah kost adalah pilihan populer lainnya, terutama di area-area perkotaan. Kost biasanya menawarkan kamar pribadi dengan fasilitas bersama seperti dapur dan ruang tamu. Ini bisa menjadi pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan menyewa apartemen atau kondominium.
 

Nah, itu dia beberapa referensi tempat tinggal untuk mahasiswa di Malaysia. Di Asia e University sendiri mahasiswa disarankan untuk tinggal di Apartemen yang tidak jauh dari kampus. Biasanya satu unit apartemen memiliki tiga kamar tidur dan dua kamar mandi yang dapat dihuni oleh empat sampai lima mahasiswa. Selain itu, apartemen yang disarankan memiliki fasilitas lengkap seperti fasilitas olahraga gym, kolam renang dan reading room sehingga mendukung kegiatan belajar serta mahasiswa tidak melupakan kesehatan jasmaninya.

Alamat

1. Felfest UI,  Daksa Room, Jl. Prof. Dr. Miriam Budiardjo, Kampus UI, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Indonesia

2.  Gedung INBIS, Jalan Veteran No.16
Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Jam KErja

Senin- Jumat ( 08.00-17.00 WIB )

KOntak

Phone: +62 811-1632-299
Email: cbn.idn@aeu.edu.my

Yayasan CITRA BUNGA NUSANTARA