Cara Kuliah di Luar Negeri Ini Syarat & Persiapan Daftarnya!

Cara Kuliah di Luar Negeri : Ini Syarat & Persiapan Daftarnya!

Dapat menuntut ilmu di negara dan kampus dambaan tentu menjadi impian dari kebanyakan pelajar. Pasalnya, dengan kuliah di luar negeri Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang unggul, mendapatkan akses teknologi yang canggih, menjangkau akses publikasi dan relasi yang lebih luas, hingga mengetahui tren inovasi dunia yang mana hal ini tentu dapat berpengaruh pada karier profesional Anda di masa mendatang.

Namun meskipun begitu, tak sedikit yang belum dapat mewujudkannya karena tidak memahami bagaimana cara kuliah di luar negeri. Mengetahui cara berkuliah di luar negeri serta berbagai persyaratan dan dokumen yang harus disiapkan menjadi suatu keharusan apabila Anda ingin benar-benar melanjutkan study abroad. Mengetahui semua itu sedini mungkin akan memberi Anda banyak waktu untuk mulai mempersiapkan diri.

Untuk membantu Anda, pada artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai cara berkuliah di luar negeri mulai dari jalur beasiswa sampai dengan biaya mandiri. Selain itu, kami juga akan menyampaikan persyaratan dan dokumen apa saja yang mesti dipersiapkan sebelum mendaftar. Agar mendapatkan keseluruhan informasinya, pastikan Anda membacanya sampai selesai, ya.

1.Melalui Beasiswa

Tidak bisa dipungkiri bahwa beasiswa adalah salah satu cara yang banyak ditempuh oleh para pelajar agar dapat kuliah di luar negeri. Dalam hal ini, beasiswa sendiri banyak macamnya. Ada yang dari pemerintah Indonesia, pemerintah asing, atau bahkan ada juga yang langsung dari institusi kampusnya sendiri. Masing-masing memiliki persyaratannya sendiri.

Dari berbagai macam jenis penyedia beasiswa tersebut, bantuan scholarship dari pemerintah adalah yang paling banyak diincar. Hal ini karena beasiswa yang diberikan oleh pemerintah umumnya mencakup biaya kuliah, biaya hidup, dan tiket pulang pergi. Hanya saja, biasanya untuk beasiswa jenis ini akan mensyaratkan penguasaan bahasa asing yang dibuktikan dengan sertifikat IELTS/TOEFL.

Kemudian, untuk jenis beasiswa yang berasal dari universitas langsung, Anda harus terlebih dahulu diterima sebagai mahasiswa aktif di institusi tersebut. Setelah itu, Anda pun harus membuktikan diri dengan mendapatkan prestasi secara akademik.

2. Melalui Pertukaran Pelajar

Selain melalui beasiswa, cara lain untuk dapat berkuliah di luar negeri yaitu melalui jalur pertukaran pelajar atau student exchange. Namun, untuk bisa mendapatkan kesempatan ini, Anda harus mempunyai prestasi akademik, aktif berorganisasi, dan memiliki keahlian tertentu.

3. Mendaftar Secara Mandiri

Berbeda dengan jalur beasiswa, untuk kuliah di luar negeri melalui jalur mandiri tentunya Anda harus rela mengeluarkan sejumlah biaya yang tentunya tidak sedikit. Pada umumnya, biaya ini dapat mencakup beberapa hal sebagai berikut:

  • Biaya Persiapan

Biaya persiapan ini biasanya lebih banyak dihabiskan untuk mengikuti tes penguasaan bahasa asing seperti IELTS maupun TOEFL. Umumnya, biaya untuk sekali tes berkisar antara Rp500.000-Rp3.000.000 tergantung jenis tes apa yang diambil.

  • Biaya Visa

Tidak bisa dihindari, untuk dapat menempuh pendidikan di luar negeri, Anda harus mengurus dokumen visa terlebih dahulu. Untuk biaya pembuatannya sendiri berbeda-beda, tergantung negara yang ingin dituju.

  • Biaya Pendaftaran

Kemudian, komponen biaya lainnya yang mesti Anda perhatikan adalah biaya pendaftaran atau administrasi. Biaya ini tergantung kebijakan universitas masing-masing. Umumnya, bagi mahasiswa asing, biaya ini sudah meliputi asrama dan asuransi. Nantinya, jadwal pembayarannya akan disesuaikan oleh masing- masing instansi 

  • Biaya Hidup

Saat kuliah di luar negeri secara mandiri, jangan sampai lupa untuk mengatur budget biaya hidup atau cost living. Dalam hal ini Anda bisa mengalokasikan sejumlah dana untuk biaya internet, listrik, makan, transportasi, dan biaya penunjang kehidupan sehari-hari lainnya.

  • Biaya Akademik

Terakhir, saat Anda berkuliah di luar negeri, jangan lupa juga untuk menyiapkan biaya akademis. Penting untuk diketahui, biaya akademis ini berbeda-beda tergantung universitas, jurusan, dan jenis penelitian apa yang dilakukan nantinya. 

4. Student Loan

Selain melalui jalur mandiri, jalur lainnya yang dapat Anda coba adalah melalui program student loan. Sebagian negara memiliki program student loan yang bekerjasama dengan institusi perguruan tinggi.

Seperti namanya, program ini akan memberikan pinjaman biaya pendidikan kepada mahasiswa sampai ia menyelesaikan program studinya. Nantinya, mahasiswa tersebut akan membayar atau melunasi pinjaman tersebut ketika sudah lulus atau setelah mendapat pekerjaan layak.

Karena ada kewajiban untuk membayar kembali, maka Anda harus benar-benar membaca dan memahami setiap bunyi kontrak sebelum menandatanganinya. Pastikan Anda tahu berapa kisaran bunga dan deadline pembayarannya.

5. Riset

Selain keempat cara di atas, Anda juga dapat mengikuti program pendanaan riset atau penelitian. Biasanya, program ini dibuka untuk lulusan S2 yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S3.

Namun, untuk dapat memperoleh pendanaan, riset yang akan Anda lakukan harus menarik dan dilirik oleh pemberi dana atau sponsor. Bisa dibilang, program yang satu ini masih jarang dilirik mahasiswa di Indonesia.

Apa Saja Persyaratan untuk Kuliah di Luar Negeri?

Telah mendapatkan cara yang tepat untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri? Kini saatnya Anda menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan. Beberapa persyaratan yang perlu Anda siapkan di antaranya.

1. Persyaratan Akademik (Ijazah)

Salah satu syarat wajib yang harus dikumpulkan adalah ijazah pendidikan dari jenjang sebelumnya. Sebagai contoh, jika ingin melanjutkan pendidikan S2, maka Anda harus menyiapkan berkas ijazah S1.

2. Sertifikat Bahasa Inggris (TOEFL/IELTS/TOEIC) atau Bahasa Asing Tertentu

Sebagian besar atau bahkan hampir semua perguruan tinggi di luar negri meminta calon mahasiswa asingnya untuk melampirkan sertifikat penguasaan bahasa asing. Dalam hal ini, biasanya yang diminta adalah sertifikat penguasaan bahasa inggris seperti IELTS, TOEIC, dan TOEFL.

Namun, ada juga negara seperti Jerman, Jepang, Perancis, dan Korea yang meminta sertifikat penguasaan bahasa negaranya masing-masing. Oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui seperti apa kebijakan institusi pendidikan di negara yang akan Anda tuju.

3. Paspor

Berkas persyaratan berikutnya yang harus Anda siapkan adalah paspor. Sebenarnya, bukan hanya untuk pendidikan saja, setiap warga negara yang ingin memasuki wilayah negara lain memang harus memiliki paspor. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk membuat paspor mulai dari sekarang.

4. Visa

Kemudian, berkas yang tidak kalah pentingnya dengan paspor adalah visa. Perlu Anda tahu, visa yang dipakai untuk keperluan pendidikan berbeda dengan yang dipakai untuk tujuan wisata. Sebagai tambahan, sebelum memutuskan untuk membuat visa, pastikan Anda sudah mengantongi letter of acceptance dari universitas luar negeri yang Anda tuju ya.

5. Letter of acceptance

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, keberadaan letter of acceptance ini sangat penting sekali. Surat inilah yang menjadi bukti resmi bahwa Anda diterima untuk berkuliah di universitas luar negeri. Dengan surat ini pula Anda dapat mengurus pembuatan visa.

6. Surat Rekomendasi

Tidak hanya untuk berkuliah di luar negeri saja loh, surat rekomendasi juga diperlukan bagi Anda yang ingin lanjut pendidikan S2 dan S3 di dalam negeri. Surat rekomendasi ini dikeluarkan oleh universitas asal/sebelumnya.

7. Essay Motivasi

Salah satu hal penting yang menentukan apakah lamaran beasiswamu diterima atau tidak adalah dari kualitas essay motivasi yang ditulis. Oleh karena itu, penting untuk menuliskannya secara serius dan penuh pertimbangan. Secara umum, essay motivasi memiliki struktur penulisan sebagai berikut:

  • Latar belakang
  • Kekurangan/kelemahan diri yang dengan kuliah dapat diatasi
  • Kelebihan/keunggulan yang dapat menjadi solusi atas suatu persoalan
  • Riwayat pendidikan lengkap
  • Riwayat organisasi atau pekerjaan
  • Alasan kenapa mendaftar di program studi dan kampus tersebut
  • Visi Misi terkait dengan program studi/jurusan yang akan diambil

Mengapa Kuliah di Luar Negeri? Ini Alasan dan Manfaatnya!

Tidak bisa dipungkiri, mahasiswa yang mengenyam pendidikan di luar negeri akan mendapatkan berbagai benefit tersendiri. Ini dia beberapa di antaranya.

1. Mendapat Networking Baru Skala Internasional

Salah satu manfaat utama yang didapat dari menempuh pendidikan di luar negeri adalah terbentuknya networking baru dengan teman-teman dari berbagai negara. Perlu Anda ketahui, melalui networking inilah biasanya banyak peluang pekerjaan yang nantinya bisa didapat.

2. Pengalaman Belajar Baru Dengan Fasilitas Terbaik

Untuk jenjang S2 dan S3, institusi perguruan tinggi di luar negeri memang menyediakan program studi yang lebih beragam. Selain itu, kualitas pengajar dan fasilitas yang diberikan pun pastinya tak perlu diragukan lagi.

3. Memulai Karier

Bukan rahasia lagi bahwa banyak para mahasiswa Indonesia yang memilih untuk memulai karier profesionalnya di luar negeri setelah menyelesaikan pendidikan di sana. Hal ini dipengaruhi karena faktor gaji, proses kerja, dan standar kehidupan yang dirasa lebih baik.

4. Peluang Naik Pangkat/Jabatan/Karir Semakin Meningkat

Bagi sebagian orang yang telah bekerja, studi di luar negeri ternyata juga bisa menaikkan jenjang karier. Pasalnya, program studi di sana lebih beragam dibanding apa yang disediakan oleh kampus lokal. Dengan pilihan studi yang lebih beragam, mereka dapat menyesuaikannya dengan pekerjaan yang saat ini sedang dijalani.

Tips dan Persiapan Sebelum Menentukan Kuliah di Luar Negeri

Ada beberapa tips yang perlu disiapkan sebelum menentukan kuliah diluar negeri, diantaranya adalah sebagai berikut : 

1. Pahami Dulu Tujuan Kuliah Diluar Negeri

Sebelum memutuskan untuk berkuliah di luar negeri tentukan dan pahami apa yang menjadi tujuan Anda. Dengan memahami hal ini, akan membantu Anda dalam memilih negara dan kampus yang tepat untuk dituju.

2. Riset dan Cari Informasi Terkait Negara Tujuan, Universitas dan Jurusan yang akan dipilih

Setelah memantapkan niat, langkah selanjutnya yaitu mencari informasi tentang negara yang akan dituju beserta seluk beluk universitas dan program studi yang akan dipilih nantinya. Hal ini, tak dapat dilakukan secara serampangan. Oleh sebab itu, paling tidak Anda butuh 1 atau 2 tahun untuk mencari tahu berbagai informasi tersebut.

3. Pahami Cara Daftar, Siapkan Syarat, dan Batas Waktu Pengumpulannya

Nah, dalam proses mencari informasi tersebut, pastikan Anda juga memahami bagaimana alur pendaftaran, syarat apa saja yang dibutuhkan, dan batas waktu pengumpulan berkas-berkas tersebut. Perlu Anda ketahui, setiap universitas di luar negeri memiliki kebijakannya masing-masing mengenai hal ini. Jadi, tidak ada salahnya untuk bertanya kepada kenalan, teman, atau saudara yang sedang berkuliah di sana.

4. Pahami Cara Transfer Kredit Kuliah

Kemudian, untuk Anda yang ingin melanjutkan kuliah di Amerika, pastikan juga untuk memahami sistem transfer kredit kuliah, ya. Secara sederhana, untuk bisa menggunakan sistem ini, Anda harus mendaftar terlebih dahulu di community college. Setelah itu, Anda nantinya akan mendapatkan Associate’s Degree.

5. Menyiapkan Biaya Hidup Menjadi Mahasiswa

Selain menyiapkan berbagai berkas persyaratan dan dokumen penting lainnya, Anda juga harus mulai menyiapkan anggaran biaya. Dalam hal ini, biaya yang dimaksud bukan hanya untuk keperluan akademik saja, tetapi juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Walaupun Anda mendapatkan beasiswa, namun tidak ada salahnya untuk menyiapkan anggaran sebagai dana darurat apabila terjadi sesuatu di sana.

6. Riset dan Pahami Untuk Mempunyai Asuransi Kesehatan di Negara Tertentu

Anda perlu tahu bahwa ada sebagian negara yang mewajibkan para mahasiswanya untuk memiliki asuransi. Sebut saja misalnya Malaysia, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat yang akan merekomendasikan mahasiswa untuk membeli polis asuransi dari mitra yang telah bekerjasama dengan universitas.

Apakah lulus SMA bisa kuliah di luar negeri?

Untuk saat ini, terdapat beberapa universitas di luar negeri yang membuka kesempatan bagi lulusan SMA untuk mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hanya saja, kesempatan tersebut terbuka untuk mereka yang memiliki nilai rapor di atas rata-rata (KKM) dan memenuhi kriteria yang diinginkan oleh pihak universitas.

Dalam hal ini, Anda dapat mendaftar di program Diploma atau Foundation. Pada dasarnya, program ini merupakan penyetaraan untuk strata Sarjana yang dikhususkan bagi pelajar internasional. Untuk bisa mendaftar di program ini, minimal Anda harus sudah lulus dari kelas 11. Di Indonesia sendiri ada beberapa institusi yang telah mengadopsi program tersebut.

Tes apa saja untuk kuliah di luar negeri?

Perlu Anda ketahui, sebagian universitas di luar negeri mewajibkan kepada calon mahasiswanya untuk melampirkan hasil tes akademik. Dalam hal ini, terdapat beberapa macam jenis tes yang umumnya diujikan kepada calon mahasiswa.

  • A Level

Tes ini merupakan standarisasi yang biasanya digunakan sebagai syarat pendaftaran untuk jenjang studi Sarjana. Hasil tes ini umumnya diakui secara internasional oleh lebih dari 4000 universitas di berbagai negara.

  • SAT (Scholastic Assessment Test)

Tes standarisasi untuk masuk ke jenjang S1 ini dilakukan oleh sebuah institusi di Amerika bernama College Board. Calon mahasiswa akan diuji kemampuan akademiknya dalam aspek logika, verbal, dan matematika. Untuk mengikuti tes ini, Anda perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 2.000.000. Tes ini berlangsung selama 3 jam 50 menit.

  • ACT (The American College Test)

Hampir mirip seperti SAT, tes ACT ini juga dipakai oleh sebagian besar universitas di Amerika dalam menyeleksi calon mahasiswanya. Untuk mengikuti tes ini, Anda harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 2.000.000. Hasil tes ini diterima di lebih dari 3000 kampus.

  • GRE (Graduate Record Examination )

Tes ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa S2. Hasil tes ini banyak dipakai di berbagai universitas yang ada di Amerika dan negara-negara lain yang menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa utamanya. Tes ini berlangsung selama 3 jam 45 menit dengan biaya sekitar Rp 3.000.000. Hasil tes ini diterima di lebih dari 1000 kampus.

  • GMAT (Graduate Management Admission Test)

Tes ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di jenjang S2 seperti MBA. Tes ini berlangsung selama 3 jam 30 menit dengan biaya sekitar Rp3.000.000. Hasil tes ini diterima di lebih dari 2000 kampus.

Memiliki banyak keunggulan, melanjutkan studi di luar negeri kini tak lagi hanya sekedar mimpi jika Anda telah memahami cara dan persyaratannya secara menyeluruh.

Nah, seperti yang telah dibahas, sebelum berkuliah di luar negeri, Anda wajib mempertimbangkan negara, universitas, hingga jurusan yang akan diambil.

Dalam hal ini, salah satu pilihan kampus yang bisa Anda pertimbangkan yaitu Asia e University Indonesia. Bagaimana tidak? Universitas yang berpusat di negeri jiran Malaysia ini telah mengantongi akreditasi Malaysian Qualifications Agency atau MQA serta Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. 

Dengan berkuliah di sini, Anda akan memiliki gelar internasional, dan memiliki peluang untuk bekerja di berbagai perusahaan multinasional. Memiliki biaya yang terjangkau, Asia e University Indonesia telah menjadi tujuan dari puluhan ribu mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. Mari menjadi bagian dari Asia e University Indonesia dan raih mimpimu sekarang!

Alamat

1. Felfest UI,  Daksa Room, Jl. Prof. Dr. Miriam Budiardjo, Kampus UI, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Indonesia

2.  Gedung INBIS, Jalan Veteran No.16
Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Jam KErja

Senin- Jumat ( 08.00-17.00 WIB )

KOntak

Phone: +62 811-1632-299
Email: cbn.idn@aeu.edu.my

Yayasan CITRA BUNGA NUSANTARA